Breaking NewsEKONOMINasional

Proyek Strategis Nasional, Irigasi Lematang Dukung 3.000 Hektare Sawah

Pagaralam, PB — Proyek pembangunan Daerah Irigasi (D.I.) Lematang menunjukkan perkembangan signifikan. Saat ini, aliran air dari Bendung Lematang telah kembali mengalir dan berhasil menjangkau saluran-saluran sekunder yang mengairi sawah masyarakat di sekitar wilayah Kota Pagaralam dan sekitarnya.

‎Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera VIII (BBWS VIII) dalam pada keterangan persnya,diwakili staff Bidang PJPA, Suryanto, ‎menyampaikan bahwa D.I. Lematang merupakan irigasi semi teknis yang diusulkan oleh Pemerintah Kota Pagaralam dan telah ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) di Provinsi Sumatera Selatan, dengan target luasan layanan mencapai 3.000 hektare sawah.

‎“Pekerjaan jaringan primer dan sekunder telah kami laksanakan dan saat ini masih dalam masa pemeliharaan. Per tanggal 16 Januari 2026, air yang bersumber dari Bendung Lematang kembali kami alirkan setelah sebelumnya ditutup sementara untuk keperluan pembersihan dan pemeliharaan saluran,” terangnya

‎Dijelaskannya juga, pintu bendung saat ini dibuka sekitar 5 sentimeter, dan aliran air telah sampai ke seluruh saluran sekunder yang ada, meliputi Saluran Sekunder Tapus, Selebang, Joko Utama, Joko Kiri, Joko Kanan, dan Salipaya.

‎Meski demikian, Suyanto menegaskan bahwa pemanfaatan irigasi Lematang belum dapat berjalan secara maksimal, karena masih dibutuhkan tahapan lanjutan berupa pembangunan saluran tersier serta program cetak sawah.

‎“Oleh karena itu, kami berharap adanya dukungan dan sinergi dari Pemerintah Kota Pagaralam, khususnya Dinas Pertanian, untuk bersama-sama mendorong pelaksanaan cetak sawah dan pembangunan saluran tersier pada jaringan sekunder yang ada. Saluran tersier ini tidak memerlukan pembebasan lahan, sehingga sangat memungkinkan untuk segera direalisasikan,” jelasnya.

‎Dengan tersambungnya jaringan tersier di D.I. Lematang, BBWS VIII berharap masyarakat dapat mengembangkan pertanian secara lebih optimal, tidak hanya padi sawah, tetapi juga palawija, dengan memanfaatkan ketersediaan air yang berkelanjutan.

‎“Harapan kami, setelah saluran tersier selesai, D.I. Lematang dapat benar-benar menjadi penggerak peningkatan produksi pertanian dan kesejahteraan masyarakat,” tutupnya.

‎Keberadaan aliran air ini mulai dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat. Sejumlah petani menyebut sawah mereka kini kembali teraliri air, sehingga memberikan kepastian untuk memulai pengolahan lahan.

‎“Airnya sudah masuk ke saluran sawah. Ini sangat membantu, terutama setelah kemarin sempat dihentikan untuk pembersihan. Kami jadi lebih siap untuk tanam,” ujar Rd (41) salah satu petani setempat. (**)

admin
the authoradmin

Tinggalkan Balasan