Breaking NewsPeristiwa

Kadinsos OKU Selatan Bantah Tuduhan Intimidasi Wartawan, Sampaikan Klarifikasi dan Permintaan Maaf

OKU Selatan, PB – Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan, Inada, memberikan klarifikasi terkait pemberitaan yang menyebut dirinya bersikap arogan hingga mengintimidasi wartawan saat menjalankan tugas jurnalistik.

Menanggapi isu yang beredar, Inada menegaskan bahwa dirinya tidak pernah memiliki niat untuk bersikap arogan, menyakiti, maupun mengintimidasi pihak mana pun, khususnya wartawan yang selama ini dianggap sebagai mitra kerja.

“Saya sampaikan bahwa tidak ada niat sedikit pun untuk bersikap arogan, menyakiti, atau mengintimidasi, apalagi kepada wartawan yang selama ini saya anggap sebagai mitra. Jika ada wartawan yang merasa terintimidasi, saya juga tidak menduga hal tersebut karena selama ini hubungan kita sangat baik,” ujar Inada.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf secara terbuka apabila dalam interaksi tersebut terdapat sikap yang kurang berkenan.

“Kalau pun ada sikap saya yang salah, secara pribadi dan sebagai Kepala Dinas Sosial OKU Selatan, saya mohon maaf,” tambahnya.

Sementara itu, seorang saksi mata bernama Tisna yang berada di lokasi saat kejadian memberikan keterangan berbeda dari tudingan yang beredar. Ia mengaku berada langsung di dalam ruangan Kepala Dinas Sosial saat peristiwa berlangsung.

“Saat kejadian, saya berada di dalam ruangan dan mendengar seluruh percakapan antara kedua belah pihak. Berdasarkan apa yang saya lihat dan dengar secara langsung, tidak ada satu pun ucapan dari Kepala Dinas Sosial yang mengajak wartawan untuk berkelahi,” jelas Tisna.

Tisna juga menegaskan kesiapannya untuk memberikan kesaksian secara resmi demi mengungkap fakta yang sebenarnya.

“Saya siap memberikan kesaksian di mana pun dan kapan pun dibutuhkan. Apa yang saya sampaikan ini adalah fakta yang sebenarnya dan saya siap mempertanggungjawabkannya,” tegasnya.

Sebelumnya, beredar pemberitaan yang menyebutkan bahwa oknum Kepala Dinas Sosial OKU Selatan diduga bersikap arogan hingga mengintimidasi dua wartawan saat hendak melakukan konfirmasi terkait informasi tertentu. Bahkan, dalam laporan tersebut disebutkan adanya dugaan ajakan berkelahi yang membuat wartawan merasa terancam dan memilih meninggalkan lokasi.

Atas kejadian tersebut, kedua wartawan dikabarkan akan melaporkan dugaan intimidasi itu ke pihak kepolisian setempat.

Dengan adanya klarifikasi ini, diharapkan semua pihak dapat menahan diri dan menunggu proses lebih lanjut guna mendapatkan kejelasan fakta yang sebenarnya. (**)

admin
the authoradmin

Tinggalkan Balasan