JAKARTA, PB — Jenazah mantan Gubernur Sumatera Selatan dua periode (2008–2018), H. Alex Noerdin, akan dimakamkan di pemakaman keluarga di kawasan Kebun Bunga, KM 9 Sukarami, Palembang, Kamis, 26 Februari 2026. Politikus senior itu meninggal dunia pada Rabu siang sekitar pukul 13.30 WIB di Rumah Sakit Siloam Semanggi, Jakarta, setelah menjalani perawatan intensif.
Pihak keluarga memastikan jenazah akan terlebih dahulu disemayamkan di rumah duka di Jakarta sebelum dipulangkan ke Palembang.
Juru bicara keluarga, Okta Alfarisi, mengatakan jenazah almarhum dibawa ke kediaman keluarga di Jalan Martimbang, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Rabu malam. Rencananya, jenazah diterbangkan ke Palembang pada Kamis pagi menggunakan pesawat carter dari Bandara Soekarno-Hatta.
“Malam ini disemayamkan di rumah duka di Jakarta. Besok pagi pukul 07.00 WIB dibawa ke Palembang dengan pesawat carter,” kata Okta kepada media melalui sambungan telepon.
Menurut Okta, Alex Noerdin mengembuskan napas terakhir setelah menjalani perawatan medis intensif di rumah sakit. Keluarga memohon doa masyarakat agar almarhum memperoleh husnul khatimah.
Saat ini, keluarga juga tengah menyelesaikan seluruh administrasi dan prosedur rumah sakit agar proses pemulangan jenazah dapat berjalan lancar.
“Seluruh dokumen sedang diselesaikan agar jenazah dapat segera diberangkatkan ke Palembang,” ujarnya.
Setibanya di Palembang, jenazah akan kembali disemayamkan sebelum dimakamkan di pemakaman keluarga. Pihak keluarga menyatakan jadwal detail rumah duka dan prosesi pemakaman akan diumumkan kemudian.
“Informasi lengkap terkait lokasi dan waktu pemakaman akan kami sampaikan setelah keluarga bermusyawarah,” kata Okta.
Alex Noerdin dikenal sebagai salah satu tokoh paling berpengaruh dalam politik Sumatera Selatan selama lebih dari satu dekade. Ia memimpin provinsi tersebut selama dua periode, 2008–2013 dan 2013–2018, serta mendorong berbagai proyek infrastruktur dan agenda strategis daerah, termasuk penyelenggaraan ajang olahraga internasional di Palembang.
Kabar wafatnya segera memicu gelombang belasungkawa dari berbagai kalangan—tokoh masyarakat, pejabat daerah, hingga warga yang pernah merasakan langsung kebijakan semasa kepemimpinannya.
Kepergian Alex Noerdin menandai berakhirnya satu bab penting dalam sejarah politik Sumatera Selatan, sekaligus meninggalkan jejak panjang yang masih akan memengaruhi arah pembangunan daerah itu di masa mendatang. (**)






