JAKARTA, PB — Perusahaan Listrik Negara (PLN) mencatat 390.034 pelanggan sektor agrikultur dan kelautan memanfaatkan program Electrifying Agriculture (EA) dan Electrifying Marine (EM) hingga akhir 2025. Angka ini naik sekitar 30 persen dibandingkan 2024 yang tercatat 300.535 pelanggan.
Kenaikan jumlah pelanggan diikuti peningkatan daya terpasang dan konsumsi listrik. Hingga 2025, total daya yang tersambung melalui program tersebut mencapai 5.240 megavolt ampere (MVA), tumbuh 25 persen dari tahun sebelumnya sebesar 4.203 MVA. Konsumsi listrik tercatat 7,1 terawatt hour (TWh), naik 16 persen dari 6,1 TWh pada 2024.
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan program ini menjadi bagian dari strategi perusahaan mendukung produktivitas sektor pertanian dan kelautan sekaligus mendorong efisiensi biaya operasional. “Pemanfaatan listrik berbasis teknologi modern diharapkan meningkatkan nilai tambah produksi,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu, 12 Februari 2026.
Program EA dan EM mencakup penggunaan listrik untuk pompa irigasi, mesin penggilingan padi, kincir air tambak, lampu ultraviolet budidaya tanaman, mesin penghangat ternak, hingga operasional kapal sandar dan galangan kapal.
Direktur Retail dan Niaga PLN Adi Priyanto menyebut peningkatan konsumsi listrik mencerminkan tingginya aktivitas produktif di sektor industri primer. Menurut dia, elektrifikasi juga mendorong penghematan biaya energi, terutama bagi petani dan pelaku usaha perikanan yang sebelumnya bergantung pada bahan bakar minyak.
Di Kabupaten Seluma, Bengkulu, pemerintah daerah menyatakan program pompanisasi listrik membantu irigasi sawah dan pengolahan hasil tani. Sementara di Kabupaten Tangerang, Banten, peternak bebek mengaku penggunaan listrik stabil mempercepat pertumbuhan ternak dan meningkatkan produksi telur.
Dampak serupa dilaporkan industri galangan kapal di Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan. Penggunaan listrik disebut menekan biaya operasional lebih dari 20 persen dibandingkan mesin diesel.
PLN menyatakan akan memperluas program listrik masuk sawah dan elektrifikasi sektor kelautan untuk menopang produktivitas sekaligus mengurangi ketergantungan pada energi fosil. (Ika)






