Palembang PB — Banjir dan longsor yang menerjang sejumlah wilayah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dalam beberapa hari terakhir menyisakan kerusakan berat. Tidak hanya merendam permukiman dan menutup jalur akses, bencana tersebut juga melumpuhkan sistem kelistrikan, termasuk robohnya tower transmisi 150 kV Arun–Bireuen di Aceh serta rusaknya jaringan distribusi di berbagai titik. Akibatnya, ribuan warga terpaksa bertahan dalam kegelapan dengan penerangan seadanya selama proses pemulihan berlangsung.
Sebagai bentuk respon cepat, PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu (UID S2JB) mengirimkan 500 unit lampu emergency ke wilayah terdampak pada 28 November 2025. Bantuan tersebut disalurkan melalui tiga unit induk: UID Aceh sebanyak 300 unit, UID Sumatera Utara 100 unit, dan UID Sumatera Barat 100 unit.
Lampu darurat itu diharapkan menjadi penolong di tengah gelap malam, baik bagi keluarga yang mengungsi, warga yang bertahan di rumah, maupun tim PLN yang bekerja memulihkan jaringan listrik secara bertahap, menghadapi medan sulit yang terputus akibat longsor dan banjir.
“Musibah ini adalah duka kita bersama. Semoga dukungan kecil dari kami dapat membantu saudara-saudara kita di Aceh, Sumut, dan Sumbar agar tetap bisa menjalankan aktivitas penting dengan lebih aman,” ujar Adhi Herlambang, General Manager PLN UID S2JB.
Selain membantu masyarakat, lampu emergency juga digunakan sebagai alat bantu operasi pemulihan listrik, terutama di lokasi medan berat yang tidak terjangkau penerangan. Kondisi bencana membuat petugas harus bekerja dalam keterbatasan visibilitas, risiko cuaca, dan akses logistik.
PLN UID S2JB menyampaikan harapan agar situasi di wilayah terdampak segera membaik dan masyarakat kembali menjalani kehidupan dengan normal. Solidaritas antarwilayah menjadi kekuatan utama bagi perusahaan listrik negara itu untuk tetap menjaga pelayanan publik, terutama di tengah situasi penuh tantangan.
Bencana mungkin memutus jaringan listrik dan akses jalan, tetapi gotong royong menjaga agar cahaya harapan tidak ikut padam. (Red)







