Breaking NewsKRIMINALPalembang

Terkait Penggerebekan Judi Disamping Rumah Gubernur, Febuar Rahman : Ini Ujian Untuk Polda Sumsel

PALEMBANG BARU – Penggerebekan arena judi yang dilakukan oleh Dansat Brimob Polda Sumatera Selatan (Sumsel), Kombes Pol Yudo Nugroho Sugianto beserta jajaran di Jalan Taman Kenten Kelurahan Duku Kecamatan IT II Palembang tepatnya disamping kediaman Gubernur Sumsel, Herman Deru, Senin (31/8) lalu, rupanya mendapat perhatian khusus dari beberapa tokoh masyarakat dan praktisi hukum yang ada di kota Palembang.

Tanggapan  salahsatunya datang dari Febuar Rahman, SH tokoh masyarakat dan praktisi Hukum di Sumsel ini dengan tegas meminta adanya penegakan hukum yang benar-benar di tegakkan terhadap para pelaku yang kabarnya telah di amankan saat kejadian tersebut.

” Kita Berharap akan ada tindakan tegas dari aparat terhadap semua pelaku yang kabarnya sudah diamankan karena judi sangat merusak sekali apalagi kegiatan tersebut di lakukan di tengah kota Palembang dan di samping rumah Gubernur, ini terkesan seperti tidak menghargai sekali,”Ujarnya.

Febuar juga mengatakan terkait adanya pemberitaan di salah satu media yang mengabarkan ada beberapa oknum pengusaha ternama dan juga oknum aparat yang ikut di amankan saat penggerebekan tersebut. Dirinya meminta pihak kepolisian dalam hal ini Polda Sumsel untuk tidak pandang bulu menindak siapa saja yang terlibat penjudian ini.

” Kita lihat apakah penegakan hukum ini bisa di laksanakan atau tidak, jangan sampai ada perlakuan hukum yang tebang pilih, Ini ujian untuk Polda Sumsel dan saya  meminta pihak kepolisian untuk dapat bertindak tegas dan tidak pandang bulu menindak siapa saja yang terlibat dalam penjudian ini apa lagi saat ini ditengah Pandemi Covid-19 semua sedang berupaya menerapkan protokol kesehatan,”jelasnya,

Sementara H.Yusmaheri, SH salah satu pengacara kondang di Sumsel ikut mengkritisi penggerebekan arena judi ini dengan membuat status di akun Facebook resmi miliknya yang mempertanyakan perkembangan kasus pasca penggerebekan beberapa waktu lalu.

“Kepada Yth Bapak Kapolda Sumsel.., Mohon Konfirmasi apakah kasus penggerebekan judi disamping rumah pak Gubernur masih lanjud disidik atau bagaimana”Tulisnya yang menui beragam komentar.

Seperti yang ramai di beritakan sebelumnya seperti di lansir dari sumselpost.co.id pada berita yang berjudul “Dansat Brimob Gerebek Perjudian di Samping Rumah Gubernur SumselPuluhan orang diamankan dalam kejadian tersebut dan diduga para pemain judi tersebut adalah pengusaha kenamaan yang ada di kota Palembang, berdasarkan informasi yang dihimpun wartawan di lapangan. Para pemain judi dari kalangan pengusaha berinisial AF, AB, TO, MU, dan puluhan pemain judi lain nya.

Selain para pemain,polisi juga mengamankan karyawan arena perjudian tersebut yang diantaranya adalah kasir atau bendaha arena perjudian berinisial YU. Tak hanya dari kalangan pengusaha, saat penggerbekan terjadi  terlihat mobil Fortuner yang diduga milik salah satu oknum perwira yang berdinas di Polda Sumsel berinisial TA, dan kini tempat tersebut dipasang garis polisi atau police line oleh pihak Polda Sumsel,

dan di lansir dari https://babe.topbuzz.com Kasubdit III Jatanras Polda Sumsel Kompol Suryadi SIK MH kepada wartawan Kamis (3/9). Mengatakan dari 22 orang pemain judi yang diamankan diarena judi di Jalan Taman Kenten Kelurahan Duku Kecamatan IT II Palembang digerebek Polisi, Senin (31/8) lalu, 10 orang diantaranya resmi dijadikan tersangka dan ditahan di Rutan Polda Sumsel.

“Subdit Jatanras melakukan penyidikan dari 22 orang yang ditangkap. 10 orang resmi kami tahan dan sisanya kami jadikan saksi dan wajib lapor karena sebagai pemain 303 Bis,”katanya.

Suryadi juga mengatakan sepuluh orang yang dijadikan tersangka dan ditahan terdiri dari pengelola arena judi dan bandar. Arena judi yang digerebek berdasarkan keterangan pemain yang diamankan baru beroperasi dua hari. “Kami pastikan 10 orang yang ditahan akan di proses sampai ke pengadilan,”tambahnya.

Untuk jenis permainan judi sendiri, Suryadi menyebut jenis judi bakarat. Omsetnya belum diketahui karena dalam permainan judi ini tidak menggunakan uang cash karena melalui koin dan di catat. “Barang bukti yang disita dari arena judi ini adalah meja ada tulisan bakarat,”pungkasnya.

Laporan : Hotman Ferizal

Editor : Rudi Hartono

 

Redaksi Palembang Baru

Tinggalkan Balasan